Cara Memilih Beras Yang Baik

Setiap manusia yang hidup memerlukan makanan pokok. Dengan makanan tersebut maka seseorang bisa melangsungkan kehidupannya dengan baik. Bicara makanan memang tidak akan pernah ada habisnya. Makanan termasuk bahan pokok yang sangat penting. Setiap hari kita perlu makan. Yang dipilih pun terutama makanan pokok. Di negeri ini beras menjadi bahan makanan pokok. Hampir seluruh orang yang ada di negeri ini makan beras yang diolah menjadi nasi. Bahkan tidak hanya sekali saja setiap hari. Rata-rata setiap orang makan tiga kali dalam sehari. Dan setiap kali makan pastinya dengan nasi. Jadi, akhirnya dalam sehari makan nasi sebanyak tiga kali.

Sangatlah penting jika kita membahas tentang beras. Dikarenakan setiap hari kita makan nasi yang merupakan produk masakan dari beras maka dari itu kita perlu mengetahui beras seperti apa yang baik itu. Jangan sampai terjadi kita itu selalu makan nasi namun tidak tahu bahwa beras yang dipilih kurang baik. Selektif dalam memilih beras memang penting untuk dilakukan. Terutama jika kita hendak membeli beras. Jika kita menanam padi sendiri di sawah maka hasil panennya bisa kita ketahui dengan jelas. Beras yang telah digiling hasi panen sendiri pada umumnya jelas sekali kualitasnya. Tetapi, lebih banyak orang yang mendapatkan beras dengan cara membeli di pasar atau warung. Sebetulnya tidaklah sulit mengetahui sebuah beras itu baik atau tidak. Untuk menjawab apakah sebuah beras itu baik atau tidak maka kita perlu pengetahuian akan hal itu. Kali ini kita akan membahas bagaimana cara memilih beras yang baik. Beras yang baik akan menyehatkan juga. Berikut ini kami sampaikan beberapa hal mengenai caranya.

  1. Melihat warna dari beras yang akan dibeli.
    Sebelum memilih dan membeli beras maka kita perhatikan dulu warnanya. Kita lihat dengan seksama mengenai warna beras tersebut. Kita pilih beras yang warnanya tidak terlalu putih sekali. Bahkan sebaiknya memilih beras yang bening dan ada sedikit kekuning-kuningan. Warna beras sesuai aslinya ini mengindikasikan bahwa beras tersebut tidak dicampuri oleh bahan-bahan pemutih. Beras yang berkualitas tidak akan dicampuri dengan pemutih. Tetapi jika warna beras sangat putih maka perlu kita bertanya-tanya. Apakah beras tersebut dicampuri pemutih atau tidak?
  2. Mengecek beras dengan meremasnya.
    Pengecekan seperti ini sangatlah mudah untuk dilakukan. Cukup kita ambil sejumlah beras untuk diremas dengan satu tangan kita. Beras yang berkualitas baik ketika diremas tidak menempel pada tangan kita. Saat diremas beras yang baik itu seperti itu kondisinya. Sebaliknya jika beras saat diremas menempel di tangan maka itu menandakan kurang baik.
  3. Di dalam beras tidak ada hewan kutunya.
    Beras yang bagus atau baik kualitasnya tentu tak ada kutu di dalamnya. Ini menandakan beras tersebut belum begitu lama dipanen oleh para petani. Sebaliknya, jika di dalam beras itu terdapat banyak kutunya maka itu menandakan sudah terlalu lama umur beras tersebut. Maksudnya sudah terlalu lama masa beras tersebut dipanen oleh para petani. Tentu saja nanti akan berkaitan juga kepada rasanya. Kurang enak nanti rasanya.
  4. Mencium aroma beras yang akan dibeli.
    Aroma beras ternyata berkaitan juga kepada kualitasnya. Ketika beras tersebut berkualitas bagus maka aromanya normal sebagaimana beras pada umumnya. Jika beras itu wangi maka wanginya tidak terlalu menyengat. Demikian pula aroma beras juga tidak apek. Perlu kita perhatikan, bila apek aroma berasnya maka kemungkinan sudah terlalu lama digudang. Itu artinya rasa nasi yang diolah dari beras tersebut akan terasa kurang enak.
  5. Mengecek kualitas beras dengan menggigitnya.
    Cobalah menggigit beras satu butir saja. Untuk beras yang bagus maka ketika digigit akan keras. Butiran beras tersebut tidak mudah rapuh ketika digigit. Tetapi jika sebaliknya yang terjadi maka barangkali kualitas beras tersebut tidak terlalu bagus.

Itulah cara memilih beras yang berkualitas. Tiap hari makan nasi yang dimasak dari beras. Sudah selayaknya kita mengetahui tips seperti itu.