Seberapa besar tanggung jawab seorang pengendara motor ketika berada di jalanan? Hal itu bisa dilihat dari bagaimana cara ia menjalankan prosedur dasar safety-riding. Sebuah prosedur penting yang mesti ditaati.
Ada banyak elemen yang menjadi dasar berkendara secara aman ini. Mulai aksesori berkendara dari ujung kepala hingga kaki, sampai kelayakan motor itu sendiri. Namun kenyataannya, di jalanan sering ditemui orang-orang yang mengabaikan keselamatan dirinya sendiri dan pengguna jalan lain.
Tips Aman Saat Berkendara dengan Sepeda Motor
Tampaknya mereka belum atau tidak mau memahami prosedur-prosedur dasar safety-riding tersebut saat berada di jalanan. Padahal, selalu ada waktu untuk memahami dan menjalankan prosedur tersebut. Oleh karena itu, mari kita baca tips berikut ini agar kamu aman saat berkendara.
- Pakailah Helm Standar
Sering melihat acara televisi yang menggambarkan keseharian para polisi di jalanan?
Banyak pengendara yang ditilang gara-gara tidak memakai helm. Dengan perkataan, “Dekat ke situ saja, kok,” sudah menjadi sebuah pembenaran untuk melanggar peraturan dasar dalam mengendarai motor. - Gunakan Pelindung Mata
Amat disarankan bagi para pengendara motor untuk melapisi wajah mereka dengan kacamata atau plastik mika pelindung. Dengan pelindung pada bagian mata, diharapkan pengendara bisa lebih fokus di jalanan tanpa gangguan dari debu atau angin.
Namun, jika memang hempasan angin berdebu tersebut pada akhirnya terkena mata juga, tak perlu panik. Menepilah sejenak, dan segera teteskan Braito Original sebanyak 1-2 tetes, 2-3 kali sehari.
Di sinilah pentingnya membawa obat tetes mata setiap saat. Sewaktu-waktu mata terkena iritasi akibat debu misalnya, bisa langsung segera diatasi lebih cepat dan aman.
- Jangan Menelepon Pada Saat Berkendara
Masalah ini sudah menjadi bahan diskusi sejak lama. Solusi berupa penggunaan kabel handsfree atau bluetooth pun sebenarnya tidak begitu baik oleh karena menggunakan ponsel saja sudah memecahkan konsentrasi kita selama mengemudi.
Saya pernah memaki-maki sebuah mobil di depan saya ketika memperlambat laju kendaraannya di jalan tol. Setelah mobil itu kita lewati, ternyata si bapak sedang sibuk mengirim pesan media sosial!
- Tipe Jas Hujan
Saat musim penghujan datang, jas anti-air model ponco adalah andalan bagi para pengendara motor. Selain lebar, jas hujan tipe ini juga mudah digunakan. Namun kenyataannya, banyak terlihat pengendara yang membiarkan bagian belakang jas hujannya berkibar.
Hal ini akan sangat membahayakan keselamatan pengendara ketika mengait pada kendaraan atau benda lain yang ada di jalanan. Kalau hanya punya jas hujan model ini, setidaknya perhatikan pemakaian dan kerapian jas sebelum melanjutkan perjalanan. Bila perlu, beralih ke jas hujan model satuan.
- Pasang Kaca Spion
Kaca spion adalah salah satu sarana paling vital dalam bermotor. Tapi kata banyak orang, dua spion itu tidak keren. Satu kaca spion saja, terutama yang sebelah kanan sudah cukup biar tidak ditilang Polisi.
Ini adalah anggapan yang sangat salah. Spion diciptakan supaya pengendara tahu kondisi lalu lintas di belakangnya. Kaca spion kiri, yang sering dilepas oleh para pemilik motor, berfungsi untuk mempermudah pengendara ketika akan menepi.
Bayangkan bila kaca ini tidak ada, pasti sang motoris harus menolehkan kepala ke belakang dan tidak konsen dengan lalu lintas di depannya. Situasi ini bisa berubah menjadi bahaya dan mengancam jiwa pengendara. Jangan tinggalkan kaca spion kiri di rumah!
- Hormati Pengguna Jalan Lain
Ya, semua memahami bahwa kamu ingin segera sampai ke rumah dan bertemu dengan keluarga. Tapi para pengendara tidak akan memahami bila karena alasan tersebut, seorang pengedara motor harus mengganggu pengguna jalan lain. Misal, memotong jalur orang lain, berhenti di zebra cross, atau tak mau mengalah saat melintasi persimpangan.
Bermotor di jalanan itu sama halnya dengan hidup bertetangga, harus saling hormat-menghormati satu sama lain. Kalau tidak ada yang saling respek, hasilnya adalah macet di jalan.
Meskipun pemahaman akan safety riding memang sepertinya hanya sebatas bersifat kognitif dan belum merasuk menjadi budaya. Sudah saaatnya hal ini dirubah. Kita perlu menuju ke hal yang lebih baik lagi dalam berkendara.
