Belajar Hukum Tajwid Surat Ali-Imran Ayat 159

Kita mau belajar lagi nih. Kali ini mengenai belajar hukum tajwid Surat Ali-Imran ayat 159. Sesuai dengan agenda harian kita. Bahwasannya dalam waktu beberapa hari ini kita isi liburan dengan kegiatan positif. Tentu saja liburan kali ini juga tak meninggalkan yang namanya belajar lho. Sebab belajar itu dilakukan sepanjang masa.

Sejauh manusia hidup maka ia memerlukan yang namanya belajar. Tepatlah kalau ada orang yang punya slogan belajar sepanjang hayat. Sampai kapan pun ia tetap belajar. Dari situ pun kita bisa mengambil hikmah yang mendalam. Terus belajar tidak mengenal waktu selesainya. Niscaya kita pun akan memperoleh manfaatnya terus menerus.

Apalagi dengan kita belajar mengenai analisa tajwid dari ayat-ayat Al-Quran. Jumlah ayat Al-Quran yang ada sekitar lebih dari enam ribuan. Tentu saja tidak bisa kita selesaikan pembelajarannya dalam satu waktu. Perlu mempelajarinya secara bertahap saja. Nah, untuk kali ini kita pelajari dulu ayat 159 dari Surat Ali-Imran.

Teman-teman, mari langsung saja kita menyimak ulasannya. Pastikan teman-teman tidak terburu-buru dalam membacanya. Sedikit demi sedikit nanti akan bisa paham dengan sendirinya.

  1. رَحْمَةٍمِّنَ mengenai hukum tajwidnya adalah Idgham bighunnah karena huruf ta berharakat fathah tanwin bertemu huruf mim. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat. Meski ada pula yang berpendapat bahwa cara menahannnya cukup 2 harakat.
  2. ِّنَ اللهَ mengenai hukum tajwidnya adalah Tafkhim karena lafazh Allah didahului oleh huruf hijaiyah nun berharakat fathah. Cara membacanya dengan tebal.
  3. لِنْتَ mengenai hukum tajwidnya adalah Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf ta. Cara membacanya samar dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
  4. كُنْتَ mengenai hukum tajwidnya adalah Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf ta. Cara membacanya samar dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
  5. فَظًّا غَلِيْظَ mengenai hukum tajwidnya adalah Idzhar sebab huruf zha berharakat fathah tanwin bertemu huruf ghain. Dibaca jelas, tidak berdengung sama sekali.
  6. غَلِيْظَmengenai hukum tajwidnya adalah Mad asli atau mad thobi’i karena huruf lam berharakat kasroh bertemu ya sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    7.لَا نْفَضُّوْا mengenai hukum tajwidnya adalah Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf fa. Cara membacanya samar dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
    8.مِنْ حَوْلِكَ mengenai hukum tajwidnya adalah Idzhar sebab huruf nun sukun bertemu huruf ha’. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  7. حَوْلِكَۖ mengenai hukum tajwidnya adalah Mad lin karena huruf wau sukun didahului oleh huruf ha’ berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
  8. عَنْهُمْ mengenai hukum tajwidnya adalah Idzhar sebab huruf nun sukun bertemu huruf ha. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  9. عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ mengenai hukum tajwidnya adalah Idzhar syafawi sebab huruf mim sukun bertemu huruf wau. Dibaca jelas tidak dan tidak berdengung sama sekali.
  10. وِرْهُمْ فِى mengenai hukum tajwidnya adalah Idzhar syafawi sebab huruf mim sukun bertemu huruf fa. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  11. فِى الْاَمْرِۚ mengenai hukum tajwidnya adalah Alif lam qamariyah dikarenakan alif lam bertemu salah satu huruf qamariyah yakni hamzah. Cara membacanya dengan jelas.
  12. عَزَ مْتَ mengenai hukum tajwidnya adalah Idzhar syafawi sebab huruf mim sukun bertemu huruf ta’. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
  13. عَلَى اللهِ۫ mengenai hukum tajwidnya adalah Tafkhim karena lafazh Allah didahului oleh huruf hijaiyah lam berharakat fathah. Cara membacanya tebal.
  14. اِنَّ mengenai hukum tajwidnya adalah Nun tasydid atau ghunah cara membacanya masuk dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
  15. اِنَّ اللهَ mengenai hukum tajwidnya adalah Tafkhim karena lafazh Allah didahului oleh huruf hijaiyah nun berharakat fathah. Cara membacanya tebal.

Itulah ulasan hukum tajwid dari Surat Ali-Imran ayat 159. Tidak hanya sekedar mengetahui ilmu cara membacanya atau tajwidnya saja. Lebih baiknya teman-teman juga mempraktekkannya dalam bacaan sehari-hari. Dari situ nanti kita akan lebih mendapatkan manfaatnya.

Meskipun mengetahui ilmu analisa tajwid juga sudah bermanfaat. Tentunya teman-teman ingin mendapatkan manfaatnya yang lebih besar lagi kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *